Melipatgandakan Rezeki dengan Cara Bersedekah

Contribution

“Rizki saya belum cukup untuk menghidupi keempat anak dan istri saya? Jangankan untuk menyekolahi anak saya, untuk makan saja susah dek”.
——————————————————————————————————————-
“saya sudah berusaha semaksimal mungkin dek untuk mendapatkan uang yang banyak. Uang banyak akan membuat hidup saya bahagia, saya sudah memiliki 5 badan usaha dengann masing – masing usaha memiliki omset sebanyak 20 milliar. Tetapi itu belum cukup bagi saya. Saya belum merasakan kebahagiaan”.
——————————————————————————————————————-
Hai kawan, pernahkah teman – teman mendengar cerita tersebut?, cerita pertama dan kedua sangat berbeda tetapi masih kurang saja, cerita yang pertama menurutnya sudah berusaha semaksimal mungkin, cerita yang kedua menurutnya uang membuat hidup bahagia dan dia belum merasakan kebahagiaan”.

Pada cerita yang pertama dan kedua, banyak pertanyaan yang menggelitik di hati kita. Pertanyaan pertama, mengapa Allah memberikan rezeki berbeda – beda kepada hamba yang satu dengan hamba yang lain?. Kedua, apa sebenarnya tujuan Allah memberikan rezeki yang berbeda tersebut kepada hamba yang satu dengan hamba yang lain, mengapa tidak dipukul rata saja?.

Allah memberikan rezeki berbeda – beda kepada hamba-Nya dan tidak memukul rezeki sama rata kepada hamba-Nya karena Allah maha Adil atas setiap hambanya. Allah ingin melihat bagaimana usaha kita untuk menjemput rezeki. Hamba yang malas dan usaha, ya akan begitu – begitu saja rezekinya. Hamba yang rajin dan semangat, rezekinya ya sedikit lebih banyak dari yang hamba yang usahanya rata – rata. Bahkan Allah pun menyuruh agar sehabis shalat, kita harus bertebaran di bumi untuk mencari rezeki yang halal seperti dalam surah Al-Jumu’ah : 10.

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezeki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. al-Jumu’ah: 10)

Dalam surah Al – Jumu’ah : 10, Allah mewajibkan kita untuk bertebaran di muka bumi untuk mencari rezeki yang halal setelah kita menunaikan shalat. Jadi dari ayat tersebut, Allah sendiri yang suruh kita untuk menjemput rezeki yang sudah Allah berikan (menjemput ya bukan dateng tiba – tiba jatuh dari langit).

Allah pun menyuruh kita untuk mengingat Allah supaya kita beruntung. Kenapa Allah bilang supaya kita beruntung, karena dengan mengingat Allah kita akan selamat. Mengingat bukan hanya sekedar mengingat tetapi betul betul mengingat kesukaan dan ketidaksukaan Allah pada suatu hal. Misalnya : Allah tidak suka kalau kita berdagang, kita mengurang-ngurangi timbangan, Allah tidak suka kita mengambil hak orang lain, Allah tidak suka kalau kita korupsi, Allah tidak suka kalau kita tidak berkata jujur terhadap kondisi barang dagangan kita. Nah dengan mengingat Allah seperti itu, kita jadi mawas diri untuk tidak melakukan seperti itu, itu maksud dari mengingat Allah supaya kamu beruntung. Lalu kenapa beruntung? Ya karena dengan kita tidak melakukan hal yang tidak disukai Allah, kita akan beruntung dan selamat karena tidak akan ada orang yang menuntut barang dagangannya kurang timbangannya; tidak akan ada orang yang bilang ke temennya, engkongnya, ncinya, kokohnya kalau dagangan kita gak bagus (WOM Marketing). Itu maksud dari agar kita beruntung. Lalu dari mana agar kita tahu dan paham kesukaan dan ketidaksukaan Allah terhadap suatu hal, yaitu dengan cara membaca Al – Qur’an dan memahami maksudnya. Bukan hanya membaca tetapi meresapi betul setiap surah dan memahami maknanya.

Namun, ada juga yang usaha bangkrut terus, bukan karena dia malas tetapi karena keseringan ditipu, banyak aja kendalanya. Itu berarti Allah sedang menguji kesabaran dan keseriusan hambanya untuk menjemput rezeki. Atau boleh jadi ada yang salah dengan rezeki yang didapatnya. Didalam surah Adz-Dzariyat : 56, Allah menjelaskan maksud dan tujuan-Nya menciptakan jin dan manusia, Allah menciptakan kita semata – mata agar kita beribadah kepada-Nya.

“dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, kecuali agar mereka beribadah kepada – Ku”
(QS. Adz-Dzariyat : 56)

Dalam surah Adz – Dzariyat : 56 tersebut, Allah memiliki makna bahwa setiap kehidupan kita, tindak tanduk kita, rezeki yang kita dapat itu ya tujuannya sebagai fasilitas kita untuk beribadah kepada – Nya. Beribadah itu bukan hanya shalat, tetapi setiap kebaikan yang kita lakukan dengan niat karena Allah adalah ibadah. Jadi, rezeki yang sudah kita dapatkan agar kita bisa beribadah dengan Allah adalah dengan cara memberikan bantuan kepada orang lain yang sedang kesusahan. Kalau kita sudah berusaha terus, tetapi kok gagal terus ya, kita perlu mempertanyakan dan intropeksi diri apakah cara kita untuk mendapatkan rezeki halal atau haram, apakah rezeki yang kita dapatkan adalah hasil dari mengambil hak orang lain atau tidak?. Namun, apabila rezeki kita sudah halal, tetapi usaha kita masih gagal saja, kita juga perlu intropeksi diri, rezeki yang sudah kita dapatkan sebelumnya dipakai untuk apa?, apakah hanya untuk memuaskan keinginan dan kesenangan kita saja. sehingga kita tidak pernah memberi makan orang miskin, dan anak yatim?. Sudahkah kita bersedekah?.

ME_252_Contribution

Apabila misalnya kita sudah terlanjur bangkrut, dan berkata tidak memiliki cukup uang untuk berinfak dan bersedekah, lalu bagaimana caranya agar kita tetap bisa beribadah?, caranya adalah dengan membantu kesulitan orang lain dengan keahlian yang kita punya atau network yang kita miliki. Lalu apabila kita tidak memiliki keahlian dan network, bagaimana cara kita agar tetap beribadah? Caranya dengan mendo’akan orang – orang sekeliling kita secara diam – diam.

Saudaraku, kita harus semangat menjemput rezeki. Kita harus memiliki kaki untuk berpijak sendiri agar kuda – kuda kita untuk membantu orang lain itu kuat. Mari kita niatkan setiap hal yang kita lakukan semata – mata hanya ingin mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah.

“mulai sekarang, saya ingin berusaha dan bekerja dengan baik agar hasilnya bisa saya gunakan untuk membantu orang lain.”

“mulai sekarang, saya ingin memperluas wawasan saya, agar wawasan yang saya dapatkan untuk bisa membuka wawasan untuk orang lain.”

“mulai sekarang, saya ingin membuka lapangan pekerjaan, agar saya bisa memperkerjakan orang lain dan membebaskan orang lain dari rantai kemiskinan.”

Saudaraku, kita (saya dan kamu) harus semangat untuk menjemput rezeki, apabila kita malas kita sulit untuk membantu orang lain. Dan mencari rezeki yang halal agar hidup kita selalu berkah. Aamiin.

Allah sudah berjanji apabila kita menafkahkan harta kita, maka Allah akan menggantinya, jadi kita tidak perlu takut miskin kalau harta kita, kita sedekahkan untuk orang lain. Bahkan Allah akan menggantinya dengan berlipat ganda dalam surah Al – Baqarah : 261.

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( Al Baqarah 261)

Berlipat ganda karena apa?. Ibarat kita dikasih mobil sama orang tua kita agar kita lebih mudah untuk akses ke kampusnya, terus benar – benar mobil tersebut kita gunakan untuk kuliah (tidak ada absen sedikitpun) sehingga kita mendapatkan nilai yang baik. Kira kira orang tua kita seneng gak? (mamah kita : “pah mobil yang kita kasih benar – benar membawa manfaat untuk anak kita, tidak salah kita belikan mobil untuk anak kita ya pah”). Tetapi kalau mobil tersebut misalnya kita pakai bukan untuk ke kampus, tetapi untuk dugem. Terus orang tua kita mengetahui apa yang kita kerjakan. Kira – kira bagaimana reaksi orang tua kita? (mamah kita : “astagfirullah pah, kita salah kasih mobil ke anak kita, anak kita jadi suka pulang pagi dengan bau alkohol”). Sama seperti Allah ya, Dia sudah memberikan kita rezeki, tetapi rezeki malah buat kita sombong, lupa sama Allah, dan gak mau membantu sesama (beribadah kepada Allah), kira kira bagaimana reaksi Allah ?. Ingat kawan, disetiap harta yang kita miliki, terdapat 2 % dari hartanya anak yatim. Jadi sedekah adalah kewajiban dan kebutuhan kita sebagai hamba Allah. So, yuuk mari kita bersedekah.

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)’. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (Saba 34:39)

Sekian tulisan saya hari ini, semoga bisa bermanfaat bagi yang membacanya, dan bisa saling mengingatkan serta mendekatkan diri kepada Allah. Semoga dengan membaca, menuliskan, dan membagi kepada orang lain dapat lebih melekat setiap kandungan – kandungan makna dan inti dari setiap surah yang kita baca sehingga kita mampu menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aaamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s