Keutamaan Menyegerakan Shalat

Hayoo, sudah gak sabar kan apa sih tips biar rezekinya cepat, dan segala urusannya menjadi mudah..

mari baca tulisan singkat ini ya dengan seriusss… hehehe

Teruntuk untuk saudara – saudaraku semuslim dan terutama untuk diriku sendiri,

Tulisan singkat ini untuk mengingatkan saya sendiri dan juga saudara semuslim untuk tidak lagi meninggalkan shalat wajib dan melalaikannya. Semoga dari tulisan ini, kita semua mendapatkan hidayah, diberikan keberkahan dalam hidup, kebagusan dalam segala urusan, dan rezeki yang baik.

Saudaraku semuslim, bagaimanakah hubungan teman – teman dengan Tuhan pencipta kalian? Bagaimanakah kualitas shalat yang diwajibkan oleh Tuhan pencipta kalian? Apakah diantara dari kita semua masih meninggalkan shalat dengan sengaja dan menunda – nunda shalat apabila adzan berkumandang?

Saudaraku semuslim, marilah kita mulai memberbaiki shalat lima waktu kita dan bertakwa kepada Allah karena sesungguhnya shalat adalah tiang agama. Shalat adalah bentuk keimanan dan rasa syukur kita kepada Allah, bentuk permohonan kita untuk diberikan petunjuk dan keselamatan di dunia maupun di akhirat. Marilah kita resapi secara mendalam arti dari salah satu surat yang dibacakan berkali – kali setiap shalat, yaitu Al – Fatihah dapat diartikan sebagai berikut.

  1. Bismillaahir rahmaanir rahiim (Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang) – Allah memiliki 99 nama asma’ul husnah, salah satunya adalah Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Baik banget kan ya Tuhan kita?.
  2. Alhamdu lillaahi rabbil aalamiin (Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam) – ayat ini menunjukan bahwa setiap hamba yang membacanya sedang memuji dan bersyukur kepada Allah, tuhan pemilik seluruh alam. Seorang hamba yang harus bersyukur karena sudah diberikan banyak kenikmatan oleh tuhan pemilik seluruh alam. Coba apa teman- teman bisa menghitungnya berapa banyak kenikamatan yang telah diberikan oleh Allah ?. nikmat sehat dulu deh, nikmat bisa sekolah, nikmat bisa kuliah, nikmat kehidupan (udah dikasih udara sama Allah, coba kalau Allah menghentikan udara yang Dia punya?), nikmat pekerjaan yang baik, rezeki yang cukup, hayoo coba seorang hamba gak akan bisa menghitungnya karena sudah banyak banget yang dikasih. Jadi kawan, mulai sekarang segeralah untuk mendahulukan shalat terlebih dahulu apabila panggilan Adzan telah datang karena Allah kita itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kaya, dan Maha Pemberi Rezeki Terbaik. Yang memberi kita rezeki macam – macam itu Allah dengan berbagai skenarionya. Maka dari itu, pada saat Dia (pemberi rezeki terbaik) sedang memanggil kita, sebaiknya kita hentikan terlebih dahulu segala macam pekerjaan dan langsung menghadap sang Bos (pemberi rezeki terbaik) lalu melanjutkan kembali pekerjaan kita. Gak mau kan rezeki kita ditarik sama yang Maha pemberi rezeki karena kita yang tidak mau bersyukur? Dia itu yang Maha pemberi rezeki kawan, begitu mudah Dia kasih kemudahan bagi yang Dia kehendaki, dan begitu mudah bagi Dia kasih kesulitan bagi yang Dia kehendaki. Coba misalnya diantara kita suka menunda – nunda shalat, missal, “nanti deh kerjaan masih nanggung nih, nanti aja deh shalatnya ashar masih panjang” misalnya.. bisa aja dong Allah bales kelakuan kita buat kasih rezeki ke kita. Coba bayangin kalo Allah bales gimana coba,”nanti aja deh kasih rezeki pitria, nanti aja deh kasih kemudahan sama si pitria.” Hayooo mau gak digituin?, so kawan, marilah kita segera melaksanakan shalat agar hidup penuh berkah. Allah senantiasa akan mendahulukan hak – hak kita kalau kita mendahulukan hak – hak Allah.
  3. Arrahmaanir rahiim (yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) – kita sedang beryukur dan memuji muji atas nikmat yang telah diberikan. Wong udah dikasih macem – macem musti berterima kasih dong. Sama manusia bisa kok sama Penciptanya sendiri ditunda – tunda.
  4. Maaliki yaumiddiin (pemilik hari pembalasan) – hari pembalasan yaitu hari waktu manusia menerima pembalasan amal – amalnya, baik atau buruk.
  5. Iyyaa ka na’ buduwa iyyaa kanas ta iin (hanya kepadalah engkau lah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan).
  6. Ihdi naassirhoo tal mus takiim (tunjukilah kami jalan yang lurus) – jalan yang lurus yaitu jalan yang benar, yang dapat membuat bahagia di dunia maupun di akhirat.
  7. Sirhootallaziim na an’am taalaihim ghoiril mag’du bialahim waladhaaliin (yaitu orang – orang yang engkau beri nikmat kepadanya; bukan jalan yang mereka murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat).

 

Saudaraku semuslim coba deh diresapi bener – bener di resapi makna inti dari salah satu surah ini. Berkali – kali kita baca pada saat shalat berarti kita sedang bersyukur kepada Allah dan sedang meminta pentunjuk agar diberikan kenikmatan didunia maupun di akhirat. Bagi yang suka tunda tunda, yuk pada saat adzan berkumandang, kita langsung bersegera menjalankan kewajiban kita sebagai hamba Allah. Jangan ditunda-tunda lagi ya, gak mau kan rezeki kita ditunda – tunda sama yang Maha Pemberi Rezeki Terbaik?. Shalat itu bagian dari rukun islam. Orang yang sudah menyatakan diri masuk islam, sudah berkewajiban melaksanakan shalat. Ibarat kita masuk ke sebuah organisasi, ya kita harus komit kan?. Sama seperti kepercayaan. Kita menyatakan diri masuk Islam, shalat adalah kewajiban kita sebagi bentuk rasa syukur dan doa untuk diberikan petunjuk menuju kenikmatan.

Dalam surah Al Ma’un (1-7) menegaskan beberapa sifat yang dipandang sebagai mendustakan agama, yaitu :

  • Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
  • Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
  • dan tidak mendorong memberi makan orang miskin
  • Maka celakah orang yang shalat,
  • (yaitu) orang yang lalai terhadap shalatnya,
  • yang berbuat ria,
  • dan enggan (memberikan) bantuan.

 

Celakah orang yang lalai terhadap shalatnya maksudnya orang yang tidak menghargai waktu – waktu shalat dan pelaksanaannya. So, bagi yang shalatnya masih bolong – bolong dan masih suka nunda – nunda shalat. Yukkk mariii kita saling mengingatkan untuk menyegerakan waktu shalat, biar sang Pemberi Rezeki Terbaik dan sang Maha Kaya senantiasa selalu melapangkan rezeki kita. terus kalau sudah dikasih rezeki, jangan lupa ya membantu orang seperti di surah Al Ma’un tadi ayat (2,3, dan 7), kita harus memberikan bantuan kepada orang miskin, anak yatim, dan orang orang yang sedang dalam kesusahan. dan setelah kita memberikan bantuan, jangan menyakiti orang yang diberikan bantuan dengan kata – kata,”kalau tidak karena saya… kalau tidak karena sayaa.. kamu tidak akan…” stop kawan, jangan seperti itu karena kata – kata itu terlalu sombong kalau kita ucapkan. Allah bisa saja langsung cabut rezeki kita dengan mudah loh kalo kita seperti itu. orang – orang itu mendapatkan bantuan dari kita karena memang Allah menetapkan kita sebagai perantara rezeki mereka. yang kasih rezeki tetap Allah bukan kita. jadi kita harus mawas diri dengan kalimat kalimat seperti itu. ingat kawan, antara doa orang dizhalimi itu dijabah. jangan sampai menolong orang lain buat diri kita menyakiti orang lain. 

Akhir kata tulisan singkat ini saya akhiri dengan mengucap Alhamdulillah…. Mohon maaf apabila terdapat kata – kata yang menyinggung hati dan perasaan. Tulisan ini diperuntukan untuk menasehati diri saya sendiri dan semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s