Menyikapi Permasalahan Tentang ‘Miskin Hati’

Oleh : Fitria Helmanila

miskin hati

Assalammualaikum wr wb. Setelah beberapa hari admin tidak menulis blog karena kesibukan kuliah yang tidak bisa ditinggalkan. Pagi ini sang admin blog ini menyempatkan diri untuk membahas tentang permasalahan ‘Miskin Hati’.

Miskin…. Kita tahu kata miskin artinya tidak mampu, kemiskinan menurut wikipedia merupakan keadaan dimana ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan bersifat sangat objektif, dan sangat sulit menentukan parameter kemiskinan. Kita tidak bisa membandingkan sama rata daerah yang satu dengan daerah yang lain tentang kemiskinan, negara yang satu dengan negara yang lain. Karena memang mereka memiliki standar hidup yang berbeda, kebutuhan yang berbeda didukung pula dengan keinginan yang berbeda. Bagaimana bila seseorang sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar, namun masih tetap kekurangan (pengeluaran lebih besar dari pendapatan) karena ia berada pada daerah yang berskala atas dibanding dengan daerah yang lain. Jika di daerahnya melakukan silaturahim dengan makan di tempat restauran mewah adalah hal yang biasa, sedangkan dari sisi keuangan, ia tidak mampu memenuhi itu semua, maka mucullah kesenjangan sosial, sikap segan untuk berteman. Ditambah bila orang tersebut tidak mampu menjadi dirinya sendiri, rasa galau, dan pemberontakan akan muncul di hatinya. Hal ini yang menentukan apakah orang tersebut miskin hati atau tidak. Jika ia tidak miskin hati, maka pola hidup kalangan atas di daerahnya menjadi motivasi untuknya agar tetap mengembangkan kualitas yang ada pada dirinya, tidak segan untuk berteman dengan temen-temannya, dan selalu berusaha bermanfaat untuk teman-temannya. Namun, apabila ia miskin hati, masalahlah yang akan muncul di hatinya, karena hatinya tidak bisa menerima dirinya sendiri, merasa segan untuk berteman, dan situasi tersebut tidak dijadikannya motivasi untuk berkembang, tetapi rasa enggan dan malas untuk melakukan dan meningkatkan eksistensi diri di daerah tersebut.

Saya menganggap miskin hati adalah persoalan serius karena jika seseorang tetap bertahan untuk menjadi seorang yang miskin hati. Tidak hanya ia sendiri yang melakukan diskriminasi terhadap dirinya sendiri, tetapi juga orang lain yang akan melakukan diskriminasi terhadap dirinya. Ia menganggap semua orang tidak menghargainya padahal diskriminasi terhadap ia sendirinya lah yang membuat semua orang tidak menghargai dia. Orang bijak mengatakan jika kita tidak mampu menghargai diri kita sendiri, bagaimana orang lain bisa menghargai kita. Sang pelaku miskin hati akan merasa bahwa ia merasa kekurangan, miskin dan tidak dihargai, padahal bukan hartanya lah yang miskin, tetapi hatinya lah yang miskin karena merasa dirinya miskin.

images (5)

So, berhentilah untuk menjadi pelaku miskin hati. Karena bukan persoalan hartanya yang miskin, tetapi hatinya lah apakah miskin atau tidak. Tetaplah tersenyum, karena untuk memulai usaha, kita sudah memiliki modal yang sangat luar biasa, yaitu nyawa dan hati. Sebanyak apapun modal harta yang dimiliki untuk memulai suatu usaha, tanpa memiliki nyawa, hasilnya akan selalu nihil. Sebanyak apapun modal harta yang dimiliki untuk memulai suatu usaha, tanpa memiliki hati yang kaya, hasilnya akan tetap selalu nihil. Kaya atau miskin adalah sebuah opsional apakah kita ingin menjadi kaya atau miskin. Berawal dari hati diakhiri dengan action dan jadilah perubahan baru yang menciptakan kebudayaan baru yang luar biasa.

Sekian tulisan saya hari ini, senang rasanya bila ada yang memberikan masukan. You guys selamat weekend ya. Tetap semangat, selamat beraktivitas.

Rasulullah SAW telah bersabda: “Tidaklah orang itu kaya lantaran banyak harta. Sesungguhnya orang kaya itu ialah orang yang kaya jiwa.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s