Memaknai Lagu Kolam Susu

Oleh : Fitria Helmanila

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jalan cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

Lagu kolam susu ini dinyanyikan oleh grup musik yang sukses di tahun 60 dan 70 an. Lagu kolam susu ini yang pernah merajai industri musik dirilis pada tahun 1973, dan di album volume 8.

Berawal dari Koes Bersaudara yang merupakan grup musik asal Indonesia. Beranggotakan John Koeswoyo, Tonny Koeswoyo, Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo, Nomo Koeswoyo. Tahun 1960 merupakan tahun dimana Koes Bersaudara mulai berjuang mengadu kelihaiannya dalam bermusik. Namun karena sebab John keluar dari grup musik Koes Bersaudara, maka digantikanlah murry pada tahun 1969. Koes Bersaudara berubah nama menjadi Koes Plus, nama plus diartikan sebagai plus murry (orang lain selain John).

Lagu kolam susu yang dinyanyikan dengan suara lembut dan dari hati ini menggambarkan tentang kekaguman band koes plus terhadap tanah air Indonesia yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah ruah. Bahkan saya melihat lirik “Bukan lautan hanya kolam susu” menggambarkan seakan lautan di tanah air ini adalah susu yang menyegarkan, sumber stamina dalam melakukan aktivitas. Sumber stamina disini maksudnya, bahwa di lautan yang luas merupakan sumber aktivitas masyarakan Indonesia untuk bertahan hidup. Kalau diolah akan menjadi barang yang bernilai tinggi. Kalau dirawat akan tetap terjada kelestariaannya.

Lirik “tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu” seakan menggambarkan bagaiman kaya dan bersahabatnya alam kita, sampai-sampai ikan dan udang menghampiri kita. Hanya dengan kail dan jala cukup menghidupi kita. Bagaimana saktinya tanah air ini. Bahkan saking suburnya, hanya sebuah tongkat mampu menjadi tanaman.

Sangat luar biasa sekali tanah air kita dibenak sang grup musik fenomenal ini, Koes Plus. Namun, grup musik ini tidak semata-mata hanya berangan-angan. Memang benar betapa kayanya alam kita, begitu banyak tambang emas, tambang minyak, tembaga, air, sungai, perkebunan, pertanian, kesuburan tanahnya. Hanya dengan sedikit saja kita berkeringat, kita tidak perlu takut kelaparan.

Tapi apalah sumber daya alam jika tidak didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas, dan aparatur negara yang memiliki kecerdasan moral. Mengapa tanah air yang kaya ini yang didendangkan oleh grup musik plus, pada kenyataannya kaya namun miskin, kaya.. ya memang alam kita kaya, namun kenapa kemiskinan masih tidak merata di negara ini, pembangunan tidak merata, waktu indonesia bagian barat saja yang merasakan pembangunan, namun waktu indonesia bagian timur belum merasakan pembangunan. Masih banyak terdengar penyakit yang merebak, masih banyak masyarakat yang haus dengan pendidikan, mengganggap sekolah merupakan barang mewah, dan hal yang menyedihkan pula masih banyak tangisan masyarakat kelaparan padahal di lagu koes plus, ikan dan udang saja menghampiri dirimu, kenapa masyarakat Indonesia masih kelaparan?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s