Stop Pelecehan Seksual Secara Verbal

Oleh : Fitria Helmanila

Menurut Wikipedia, Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks. Persentase korban pelecehan seksual wanita lebih tinggi dari pria. Wanita memang sangat rawan untuk menjadii korban pelecehan seksual. Tidak hanya secara fisik tetapi juga secara verbal.

Masalah pelecehan seksual secara verbal terkadang dinomor duakan, dianggap remeh, dan dianggap wajar bagi masyarakat umum atau orang-orang yang melakukan aktivitas pelecehan seksual secara verbal tersebut, tetapi sering sekali terjadi di kehidupan sehari-hari. Pelecehan seksual secara verbal seperti dan tidak terbatas pada :

1.Gurauan porno yang ditujukan kepada sang korban yang bertujuan untuk merendahkan, dan tidak pada tempatnya

2.Siulan nakal dari orang yang dikenal dan atau tidak dikenal

3.Julukan yang merendahkan

4.Komentar yang berkonotasi seks, atau kata-kata yang melecehkan harga diri, nama baik, reputasi, atau pencemaran nama baik.

5.Merendahkan martabat seseorang secara langsung karena jenis kelamin mereka secara verbal.

Pelecehan seksual secara verbal terkadang kurang disinggung oleh banyak pihak karena dianggap merupakan hal yang biasa sebagai bentuk pengakraban antara hubungan pertemanan, candaan yang membuat orang lain tertawa. Namun sebenernya jika terus dibiarkan, pelecehan seksual secara verbal tersebut dapat mengganggu emosional bahkan terjadinya krisis kepercayaan diri yang dialami oleh sang korban, yang menjadi objek dari aktivitas pelecehan seksual secara korban. Sang korban akan merasa rendah dimata orang lain, tidak percaya diri, stress, depresi, murung, tidak nyaman, perasaan dendam dan kurang motivasi.

Siapa Pelakunya?

Biasanya aktivitas pelecehan seksual secara verbal dilakukan oleh orang-orang yang berpendidikan rendah, yang tidak pandai dalam mengatur perbendaharaan kata mereka. Namun tidak menutup kemungkinan juga jika seorang yang berpendidikan tinggi pun bisa melakukan aktivitas pelcehan seksual secara verbal tersebut. Tetapi kebanyakan pelakunya adalah orang-orang yang berpendidikan rendah yang tidak memiliki sopan santun dan cara mengatur perbendaharaan kata mereka dengan baik.

Bagaimana Mengatasinya?

Kebanyakan yang menjadi korban dari tindakan aktivitas ini adalah kaum wanita, untuk para wanita agar terhindar dari aktivitas pelecehan seksual secara verbal ini sebaiknya dengan menghargai diri sendiri untuk tidak berpakaian minim yang dapat mengundang aktivitas tersebut. Memang tidak menutup kemungkinan, wanita yang sudah berpakaian sopan pun masih menjadi korban aktivitas ini, tetapi apa salahnya kan mencegah agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan😀

Sekian dari saya, mohon maaf jika ada kesalahan kata-kata yang saya tulis.
Semoga Bermanfaat. Happy Sunday !

Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s